Mengenal Thibbun Nabawi Di Era Kebangkitan Tehnologi

Mengenal Thibbun Nabawi Di Era Kebangkitan Tehnologi

Sesungguhnya, tidak semua tehnologi modern mampu menjawab persoalan-persoalan hidup manusia. Tidak terkecuali dalam ilmu kedokteran dan obat-obatan. Oleh sebab itu, mengandalkan kepada kemajuan tehnologi semata bukanlah suatu tindakan yang tepat. Faktanya, banyak formulasi obat modern saat ini tidaklah menjamin kesembuhan terhadap sejumlah penyakit. Meski demikian, ikhtiar dalam yang menyandarkan pada tehnologi modern bukanlah suatu kesalahan.

Sering kita mendengar beberapa ungkapan, bahwa orang yang sembuh dari penyakit tidaklah semata-mata datang dari obat yang diminumnya. Tetapi kesembuhanya timbul lebih dikarenakan keyakinan pasien terhadap dokter yang memberikan obat tersebut.

Oleh sebab itu, Ibnu Qayyim berpesan bahwa: “Tidak sepantasnya seorang muslim meragukan metode pengobatan nabawiyyah. Justru sepantasnya dia menjadikannya sebagai cara pengobatan yang utama, karena kepastiannya datang dari Allah”

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, adalah seorang Imam Sunni, cendekiawan, dan ahli fiqh yang hidup pada abad ke-13. Ia adalah ahli fiqih bermazhab Hambali. Disamping itu juga seorang ahli Tafsir, ahli hadits, penghafal Al-Quran, ahli ilmu nahwu, ahli ushul, ahli ilmu kalam, sekaligus seorang mujtahid. Ia dilahirkan di Damaskus, Suriah pada tanggal 4 Februari 1292, dan meninggal pada 23 September 1350)

Mengenal Thibbun Nabawi Di Era Kebangkitan Tehnologi

Banyak pendapat tentang pengertian thibbun nabawi. Di antaranya, thibbun nabawi adalah segala sesuatu yang disebutkan dalam Al-Quran dan As-Sunnah yang shahih berkait dengan ilmu medis baik berupa pencegahan (penyakit) atau pengobatan. Thibbun nabawi juga dipahami sebagai (metode) pengobatan Rasulullah yang dia ucapkan, dia tetapkan (akui), dia amalkan, merupakan pengobatan yang pasti (bukan sangkaan), bisa mengobati penyakit jasad, ruh dan indra.

DASAR HUKUM THIBBUN NABAWI

  • “Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu obatnya.” (HR. Bukhari no. 5678 dan Muslim, dari Abu Hurairah)
  • “Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. (Hanya saja) tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui orang yang mengetahuinya.” (HR. Ahmad 1/377, 413 dan 453)
  • “Setiap penyakit ada obatnya. Maka bila obat itu mengenai penyakit akan sembuh dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim no. 5705)

BAHAN BERKHASIAT YANG DISEBUT DALAM QURAN DAN HADIST

Ada 3 hal (bahan) terkait dengan penyembuhan yang nyata-nyata disebut dalam Al Quran dan Hadist yakni: Madu, Zaitun dan Habbatussauda.

“Dari perut lebah itu keluar cairan dengan berbagai warna, di dalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia.” (QS. An-Nahl: 69)
Dalam surat At-Tin (95:1-2); “Demi tin dan zaitun. Dan demi bukit Sinai” Dan Allah SWT juga memujinya dalam Surah An-Nur(24:35) ; “…yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi. Yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat. Minyaknya saja hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api”

“Konsumsilah minyak zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak zaitun dibuat dari pohon yang penuh berkah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

“Sungguh dalam habbatus sauda’ itu terdapat penyembuh segala penyakit, kecuali as-sam.” Saya bertanya, “Apakah as-sam itu?” Dia menjawab, “Kematian”. (HR.Bukhari)

Baca info selanjutnya untuk mengenal lebih dekat cara MAZAFIT di formulasikan  5 Alasan Memilih Mazafit

This Post Has One Comment

Leave a Reply

Kembali
×