Headstroke! Penyakit Berbahaya Menyerang Jamaah Haji dan Umrah,

Headstroke!  Penyakit Berbahaya Menyerang Jamaah Haji dan Umrah,

Langkah Menangani headstroke – Ibadah haji seharusnya dilakukan dengan khusyuk dan tenang. Namun sayangnya, seringkali kekhusyukan ini terganggu dengan adanya masalah kesehatan.

Suhu udara Arab Saudi diperkirakan bisa lebih dari 50 derajat celcius. Tentu ini harus diwaspadai jamaah haji Indonesia. Sebab, kondisi yang demikian bisa menyebabkan heat stroke.

Langkah Menangani headstroke

Dr Ari F. Syam, mengungkapkan bahwa salah satu masalah yang kerap menimpa jemaah haji adalah dehidrasi seperti yang pernah kita bahas sebelumnya. Dehidrasi ini disebabkan penguapan cairan tubuh yang berlebihan karena cuaca yang panas. Penguapan berlebihan ini akan menyebabkan berkurangnya cairan tubuh.

“Jika dehidrasi terus berlanjut, apalagi disertai terpapar panas yang terus menerus maka akan berlanjut menjadi heat stroke, suatu gangguan kesehatan yang bisa berakibat kematian,”

Baca disini : Cara Terhindar Dari Dehidrasi

Gejala Head Stroke

Diungkapkan Ari, heat stroke adalah penyakit yang disebabkan karena paparan suhu panas tinggi dalam waktu lama. Heat stroke merupakan kegagalan tubuh untuk melakukan pendinginan baik dengan cara berkeringat atau penguapan dari kulit akibat suhu panas sekitar.

Heat stroke akan menyebabkan suhu tubuh naik sampai di atas 40 derajat celsius. Kondisi ini akan disertai dengan terjadinya penurunan kesadaran.

Heat stroke ini ditandai dengan kram otot, rasa haus berlebihan, lelah tak bersemangat, keringat berlebihan dan juga urin yang keruh serta kuning pekat.

Kondisi buruk ini harus diantisipasi bagi para jamaah saat mulai berada di pesawat dan saat sampai di tanah suci. Khususnya untuk jemaah yang sudah berusia lanjut dan punya riwayat penyakit kronis.

Ini dia beberapa hal yang dapat meningkatkan kemungkinan terserang headstroke yang di ulas oleh klikdokter antara lain.

  • Aktivitas fisik di suhu yang panas

Melakukan aktivitas fisik pada suhu luar ruangan yang sangat panas dapat meningkatkan risiko terjadinya heatstroke. Tak sedikit jemaah haji yang mengalami kondisi ini.

  • Usia

Pada kalangan anak-anak dan lanjut usia, heatstroke lebih mungkin terjadi. Hal tersebut disebabkan oleh sistem saraf pusat yang belum terbentuk secara sempurna pada anak-anak dan penurunan fungsi sistem saraf pusat pada lansia.

Dari tahun ke tahun, tak sedikit jemaah haji lansia asal Indonesia yang meninggal di Tanah Suci akibat heatstroke.

  • Paparan cuaca panas

Tubuh yang terpapar oleh cuaca panas secara tiba-tiba dapat meningkatkan risiko terjadinya heatstroke. Keadaan ini bisa terjadi pada saat memasuki musim kemarau atau musim panas.

  • Penggunaan obat-obatan

Hal ini terjadi karena obat-obatan tertentu dapat memengaruhi fungsi tubuh dalam merespons panas atau menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Obat-obatan tersebut di antaranya: vasokonstriktor (obat yang mempersempit rongga pembuluh darah), beta-blocker (obat yang menghambat kerja hormon adrenalin), diuretik (obat yang meningkatkan pengeluaran air dan garam dari tubuh), antidepresan, dan antipsikotik.

  • Kurang tidur

Kekurangan waktu tidur yang berkualitas diyakini dapat meningkatkan risiko terjadinya heatstroke.

  • Penyakit tertentu

Mengalami penyakit tertentu seperti penyakit jantung, penyakit paru, gastroenteritis, dan riwayat headstroke di masa lampau dapat meningkatkan risiko Anda mengalami serangan panas ini. Kondisi obesitas dan kurangnya aktivitas fisik juga dapat menjadi salah satu penyebabnya.

 

Langkah menghadapi headstroke

Serangan panas atau heatstroke akan mengintai Anda saat sedang menjalani ibadah haji di cuaca panas. Ketika Anda atau orang di sekitar mengalami berbagai gejala di atas, maka lakukan kiat-kiat berikut ini:

  1. Lepaskan pakaian yang dikenakan.
  2. Turunkan suhu inti tubuh dengan cara membungkus penderita menggunakan bahan tebal atau handuk yang telah direndam air dingin.
  3. Pijat tubuh untuk meningkatkan sirkulasi tubuh.
  4. Penuhi kebutuhan oksigen dan jaga kadar cairan dalam tubuh. Bila perlu, dokter akan memberikan Anda infus untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
  5. Pantau tanda-tanda vital yang ada. Jika suhu tubuh sudah turun menjadi 38 derajat celsius, ganti selimut basah dengan selimut kering.

Sebagai upaya pencegahan, Anda dapat menggunakan pakaian longgar, pelindung kepala dan mata, serta menjaga kondisi tubuh lewat rangkaian aktivitas fisik di sela-sela istirahat ibadah.

Serangan heatstroke karena cuaca panas saat ibadah haji dapat mengganggu konsentrasi Anda dalam melakukan ibadah di Tanah Suci. Selain menjalankan berbagai tips di atas, jangan lupa untuk tetap memenuhi tubuh dengan asupan makanan bergizi agar daya tahan tubuh tetap kuat. Selamat beribadah.

Suplemen Herbal berbentuk syrup yang terbuat dari Madu Sidr asli Yaman, Minyak Zaitun dan Minyak Habbatussauda. Mazafit diformulasikan berdasarkan kaidah-kaidah ilmu penyembuhan pada masa nabi yang dikenal dengan Tibbun Nabawi. Produk ini hadir secara khusus sebagai jawaban terhadap masalah kesehatan yang sering dialami oleh banyak jamaah haji dan umroh saat berada di mekah. Dengan mengkonsumsi Mazafit, Anda bisa pastikan terhindar dari gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah haji dan umroh. “Ingat, kesehatan kunci menuju kesempurnaan ibadah kita!

Leave a Reply

Kembali
×