Ngak Mau Head Stroke Saat Haji, Laksanakan Tips Berikut Ini

Ngak Mau Head Stroke Saat Haji, Laksanakan Tips Berikut Ini

Head Stroke Saat Haji – Para jemaah asal Indonesia yang menjalankan ibadah haji di Makkah dan Madinah harus menyesuaikan diri dengan cuaca setempat. Berbeda dengan di Indonesia, Arab Saudi diketahui memiliki suhu yang lebih panas dan dapat memicu serangan heatstroke.

Head Stroke Saat Haji

Dilansir dari Liputan6.com, Kepala Bidang Kesehatan Arab Saudi dr. Melzan Dharmayuli mengatakan bahwa cuaca panas di Arab Saudi dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi para jemaah haji.

“Masalah yang biasa dialami jemaah akibat cuaca panas biasanya bibir pecah-pecah, mimisan, tenggorokan kering dan batuk, kulit kering dan gatal, serta kaki melepuh,” kata Melzan.

Jika cuaca terlalu panas, dapat menimbulkan heatstroke alias serangan panas. Kondisi ini dapat membahayakan tubuh.

Mengenal heatstroke

Heat stroke adalah kondisi suhu tubuh yang meningkat tajam dan tiba-tiba dalam waktu cepat, tetapi tubuh Anda tidak mampu atau tidak memiliki cukup waktu untuk mendinginkan diri. Akibatnya Anda merasa kepanasan hebat, tak hanya dari luar tubuh tapi juga dari dalam.

Heat stroke biasanya terjadi saat seseorang menerima paparan suhu panas dari lingkungan sekitar di luar batas toleransi tubuhnya, misalnya saat cuaca sedang terik luar biasa. Heat stroke juga dapat dipicu oleh kelelahan akibat aktivitas fisik dengan intensitas tinggi yang dapat menaikkan suhu tubuh

“Gejala-gejala heatstroke di antaranya demam lebih dari 39 derajat celsius, kulit kering dan tidak berkeringat, denyut nadi berdetak cepat, sulit bernapas, tekanan darah meningkat atau menurun secara drastis, gangguan kesadaran hingga koma,” jelas dr. Nadia Octavia dari KlikDokter.

Sementara itu, penjelasan dr. Andika Widyatama dari KlikDokter menyatakan beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan heatstroke antara lain:

● Aktivitas fisik di suhu yang panas

Melakukan aktivitas fisik pada suhu luar ruangan yang sangat panas dapat meningkatkan risiko terjadinya heatstroke. Tak sedikit jemaah haji yang mengalami kondisi ini.

● Usia

Pada kalangan anak-anak dan lanjut usia, heatstroke lebih mungkin terjadi. Hal tersebut disebabkan oleh sistem saraf pusat yang belum terbentuk secara sempurna pada anak-anak dan penurunan fungsi sistem saraf pusat pada lansia.

Dari tahun ke tahun, tak sedikit jemaah haji lansia asal Indonesia yang meninggal di Tanah Suci akibat heatstroke.

● Paparan cuaca panas

Tubuh yang terpapar oleh cuaca panas secara tiba-tiba dapat meningkatkan risiko terjadinya heatstroke. Keadaan ini bisa terjadi pada saat memasuki musim kemarau atau musim panas.

● Penggunaan obat-obatan

Hal ini terjadi karena obat-obatan tertentu dapat memengaruhi fungsi tubuh dalam merespons panas atau menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Obat-obatan tersebut di antaranya: vasokonstriktor (obat yang mempersempit rongga pembuluh darah), beta-blocker (obat yang menghambat kerja hormon adrenalin), diuretik (obat yang meningkatkan pengeluaran air dan garam dari tubuh), antidepresan, dan antipsikotik.

● Kurang tidur

Kekurangan waktu tidur yang berkualitas diyakini dapat meningkatkan risiko terjadinya heatstroke.

● Penyakit tertentu

Mengalami penyakit tertentu seperti penyakit jantung, penyakit paru, gastroenteritis, dan riwayat heatstroke di masa lampau dapat meningkatkan risiko Anda mengalami serangan panas ini. Kondisi obesitas dan kurangnya aktivitas fisik juga dapat menjadi salah satu penyebabnya.

Pencegahan heatstroke saat menjalani Ibadah Haji

Serangan panas atau heatstroke akan mengintai Anda saat sedang menjalani ibadah haji di cuaca panas. Ketika Anda atau orang di sekitar mengalami berbagai gejala di atas, maka lakukan kiat-kiat berikut ini:

Lepaskan pakaian yang dikenakan.
Turunkan suhu inti tubuh dengan cara membungkus penderita menggunakan bahan tebal atau handuk yang telah direndam air dingin.

Pijat tubuh untuk meningkatkan sirkulasi tubuh.
Penuhi kebutuhan oksigen dan jaga kadar cairan dalam tubuh. Bila perlu, dokter akan memberikan Anda infus untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Pantau tanda-tanda vital yang ada. Jika suhu tubuh sudah turun menjadi 38 derajat celsius, ganti selimut basah dengan selimut kering.

Sebagai upaya pencegahan, Anda dapat menggunakan pakaian longgar, pelindung kepala dan mata, serta menjaga kondisi tubuh lewat rangkaian aktivitas fisik di sela-sela istirahat ibadah.

Serangan heatstroke karena cuaca panas saat ibadah haji dapat mengganggu konsentrasi Anda dalam melakukan ibadah di Tanah Suci. Selain menjalankan berbagai tips di atas, jangan lupa untuk tetap memenuhi tubuh dengan asupan makanan bergizi agar daya tahan tubuh tetap kuat. Selamat beribadah.

Sumber

Leave a Reply

Kembali
×