Benarkah Madu Tidak Dapat Kadaluarsa ??

Benarkah Madu Tidak Dapat Kadaluarsa ??

Benarkah Madu Tidak Bisa Kadaluarsa – Pertanyaannya kini adalah, apakah semua makanan mengalami kadaluarsa? atau adakah makanan tertentu yang tidak pernah kadaluarsa/akan kadaluarsa dalam jangka waktu yang sangaaat lama? jawabannya ada!

Benarkah Madu Tidak Dapat Kadaluarsa

Makanan tersebut bernama madu. Mengapa madu? madu yang dipercaya dari dulu sebagai obat beragam penyakit ini ternyata membuktikan dirinya bahwa zat ini memang tangguh dan dapat di andalkan. Menurut pernyataan yang dilansir honey.com menyatakan bahwa Honey stored in sealed containers can remain stable for decades and even centuries! yang berarti, madu yang disimpan dalam sebuah tempat tertutup akan tetap stabil tak berubah kualitasnya dalam jangka waktu dekade (10 Tahun) atau bahkan abad (100 Tahun). Bahkan ada sebuah sumber lain lagi yang mengatakan jika para ahli purbakala menemukan sebuah fenomena unik, yakni mereka menemukan botol-botol madu mesir purbakala yang di dalamnya masih terdapat madu serta rasanya pun masih enak, padahal itu mungkin sudah bukan lagi hitungan abad lagi, sudah ribuan tahun!

Madu mengandung gula berkonsentrasi tinggi. Kondisi ini membuat mikroorganisme tidak bisa hidup di dalam madu, sehingga tidak memicu kerusakan pada madu.

Madu juga merupakan asam dengan pH 3,5 sampai dengan 4,2. Pada kondisi tersebut pun mikroorganisme tidak mampu bertahan hidup.

Namun, ternyata ada kondisi khusus yang bisa memicu madu menjadi “rusak”.

Madu ternyata bersifat higroskopis, artinya madu dapat menyerap air dari lingkungan.
Ketika kadar air pada madu naik hingga di atas 24%, dan konsentrasi gula menurun, beberapa mikroorganisme dapat hidup dalam madu.
Hal tersebut dapat memicu terjadinya fermentasi. Jika sudah begitu, rasa madu akan berubah menjadi tidak normal rasa madu lagi, gak enak gitu lah. Beberapa kandungan nutrisi pun berkurang. Kondisi seperti ini dapat dikatakan madu telah rusak. Kurang direkomendasikan lagi untuk diminum, tapi madu masih bisa saja dimanfaatkan untuk hal lain seperti masker, sabun, dll.

Sebenarnya apabila madu disimpan dalam kondisi yang tepat, madu dapat tetap dikonsumsi bertahun-tahun bahkan mungkin puluhan tahun. Namun jika kurang tepat, seperti wadah penyimpanan yang kurang rapat, kadar air madu dapat meningkat sehingga bisa terjadi pengkristalan dan madu mengalami fermentasi oleh ragi yang menyebabkan madu tersebut tidak lagi layak dikonsumsi.

Walaupun tidak akan dikonsumsi selama puluhan (emang mau diwarisin..hahaha), madu yang ada di rumah kita juga tetap harus disimpan dengan baik dan benar. Caranya:

1. Wadah penyimpan harus ditutup rapat (airtight container)

Madu memiliki sifat higroskopis, sehingga madu cenderung untuk menyerap air dari kelembaban udara disekitarnya. Madu tidak ditumbuhi oleh mikroba pembusuk karena kandungan gula pada madu yang sangat jenuh. Jika kandungan air bertambah, kadar gula akan berkurang dan enzim madu menjadi rusak, sehingga banyak mikroorganisme yang dapat merugikan kesehatan tumbuh pada madu.

2. Disimpan di tempat gelap dan sejuk

Enzim glukosa oksidase yang berperan dalam aktivitas antimikroba pada madu sangat mudah rusak akibat pemanasan dan cahaya, oleh karena itu sebaiknya pilih kemasan yang gelap (atau ada kemasan kedua berupa karton) dan disimpan di tempat yang terlindung dari cahaya matahari.

3. Sebaiknya kemasan terbuat dari kaca

Kemasan kaca memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan kemasan plastik, diantaranya adalah gas tidak dapat keluar masuk. Berbeda dengan kemasan plastik yang tidak permeabel terhadap cairan namun permeabel terhadap gas/ bau-bauan (makanya di kemasan botol air mineral tertulis “hindari dari benda-benda berbau tajam”). Kemasan kaca juga memiliki kejernihan yang lebih baik sehingga biasanya identik dengan barang-barang dengan kualitas premium.

This Post Has 3 Comments

Leave a Reply

Kembali
×